Mengenal Teknologi AI Yang Bikin Digital Onboarding Jadi Lebih Cepat
Perubahan besar yang terjadi pada dunia komunikasi digital berdampak besar pada berbagai aspek bisnis, termasuk pada cara perusahaan berinteraksi dengan pelanggan dan menjalankan operasional bisnis.
Seiring dengan meningkatnya permintaan untuk layanan digital yang memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada konsumen, perusahaan-perusahaan harus meningkatkan kualitas layanan digital mereka.
Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas layanan digital dalam bisnis yaitu dengan memindahkan proses bisnis ke platform online yang efisien.
Sejalan dengan itu, perusahaan perlu melihat digital onboarding sebagai investasi strategis yang tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga memperkuat posisi di pasar yang semakin kompetitif.
Apa itu Digital Onboarding?

Digital Onboarding (orientasi digital) adalah proses mengintegrasikan pengguna atau konsumen baru dengan layanan digital pada organisasi atau bisnis, yang mencakup registrasi awal hingga penggunaan fitur-fitur penting yang ada dalam platform online.
Proses orientasi digital umumnya melibatkan pengisian formulir online, pengiriman dokumen identitas, dan verifikasi identitas (KTP atau SIM) melalui berbagai metode seperti pemindaian dokumen atau verifikasi biometrik.
Berbeda dengan manual onboarding yang sering memerlukan kunjungan langsung ke kantor atau pengiriman dokumen fisik, digital onboarding memungkinkan konsumen atau pengguna untuk menyelesaikan proses ini dari mana saja, selama mereka terhubung dengan internet.
Pada situasi ini, pengguna atau konsumen dapat mengurus administrasi mereka sendiri tanpa harus menghabiskan waktu untuk berkunjung ke lokasi fisik, sementara perusahaan dapat mengurangi biaya administratif dan mempercepat waktu untuk terhubung dengan konsumen atau pengguna.
Sejalan dengan itu, membantu perusahaan untuk tetap mematuhi regulasi KYC (Know Your Customer) dengan lebih efisien, karena data pelanggan dapat diverifikasi dan disimpan secara elektronik dengan aman.
Contoh Digital Onboarding pada Perusahaan atau Bisnis

Perusahaan atau bisnis yang sukses memanfaatkan digital onboarding secara efektif dapat memberikan pengalaman yang mengesankan kepada pengguna, dan hal ini akan membantu meningkatkan tingkat konversi dan retensi konsumen.
Digital Onboarding tidak hanya meningkatkan konversi konsumen tetapi juga memfasilitasi onboarding karyawan baru secara efisien.
Pada waktu yang sama, orientasi digital juga memungkinkan pelanggan untuk mengakses layanan dan informasi perusahaan dari mana saja, kapan saja.
Hal ini sangat penting di era digital saat ini, ketika konsumen semakin bergantung pada pengalaman online yang cepat dan mudah.
Berikut beberapa contoh bagaimana digital onboarding diimplementasikan pada berbagai industri.
1. Industri Perbankan dan Keuangan
Perbankan adalah salah satu industri yang memanfaatkan inovasi digital untuk menyederhanakan proses akuisisi pelanggan dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi Know Your Customer (KYC) dan Anti Money Laundering (AML).
Secara terperinci, proses onboarding pelanggan (customer onboarding) menjadi sangat penting dalam keamanan perbankan, terutama untuk memastikan bahwa pelanggan yang baru dibuka tidak melakukan kegiatan ilegal dan mematuhi peraturan.
Dalam proses customer onboarding, KYC dan AML compliance berkaitan erat dengan verifikasi identitas pelanggan.
Perusahaan perbankan harus melakukan pemeriksaan identitas pelanggan dengan hati-hati dan memastikan bahwa mereka menerapkan KYC untuk mengidentifikasi potensi risiko keamanan terhadap transaksi yang dilakukan oleh pelanggan.
Melalui inovasi digital, proses onboarding dapat terjadi secara otomatis, membantu perbankan dalam menyelesaikan proses KYC dan AML dengan lebih cepat dan lebih akurat.
Verifikasi identitas melalui teknologi biometrik, kamera, dan OCR AI memungkinkan perbankan untuk mengkonfirmasi identitas pelanggan secara cepat dan akurat.
2. Industri E-Commerce
E-commerce telah menjadi salah satu industri terbesar dan tercepat dalam pertumbuhan saat ini, dengan jumlah pengguna e-commerce yang semakin bertambah.
Namun, dengan bertambahnya jumlah pengguna e-commerce, muncul pula risiko keamanan yang mungkin menimbulkan ketidakpercayaan pengguna terhadap layanan e-commerce.
Dalam rangka memastikan keamanan transaksi dan kepercayaan pelanggan pada industri ini, verifikasi identitas menjadi elemen krusial dalam orientasi digital.
Melalui proses verifikasi identitas, pelanggan harus menyediakan informasi pribadi yang diperlukan, seperti nama, alamat, dan kartu kredit atau metode pembayaran lainnya.
Tentu saja, informasi tersebut kemudian dilindungi dengan enkripsi yang cukup kuat.
Dalam proses ini, e-commerce harus tetap memastikan bahwa proses verifikasi identitas mereka mematuhi standar keamanan dan privasi data untuk melindungi pelanggan dari penyalahgunaan informasi pribadinya.
Teknologi terbaru seperti AI, Machine Learning, dan biometrik memberikan kemampuan untuk melaksanakan verifikasi identitas secara otomatis dalam hitungan detik, meningkatkan efisiensi dan kecepatan proses.
Verifikasi identitas digital juga memungkinkan pelanggan untuk memfasilitasi pembelian dengan lebih cepat tanpa harus memberikan detail kredit lebih dari satu kali.
3. Industri Kesehatan
Industri perawatan kesehatan telah mengalami perkembangan signifikan dengan penerapan teknologi digital.
Dengan teknologi transformasi digital yang berdampak signifikan pada berbagai aspek pemberian pelayanan kesehatan, termasuk proses pendaftaran digital.
Digital Onboarding telah menjadi bagian integral dari pemberian layanan kesehatan, karena menyederhanakan proses pendaftaran dan meningkatkan pengalaman pasien.
Sejauh ini, teknologi tersebut memungkinkan pasien untuk melengkapi formulir dan tugas administratif yang diperlukan secara daring sebelum kunjungan, sehingga menghilangkan kebutuhan akan formulir pendaftaran dan dokumen yang panjang selama kunjungan.
Tentu saja, ini dapat mengurangi waktu tunggu secara signifikan dan meningkatkan pengalaman pasien secara keseluruhan.
Selain itu, pendaftaran digital dapat membantu penyedia layanan mengumpulkan dan mengelola data pasien secara lebih efisien, yang dapat meningkatkan kualitas perawatan yang diterima pasien.
4. Industri Telekomunikasi
Industri telekomunikasi menghadapi persaingan yang ketat, di mana kecepatan menjadi kunci untuk memenangkan kepercayaan pelanggan.
Dengan digital onboarding, pelanggan dapat mendaftar dan mengaktifkan layanan dengan cepat melalui aplikasi atau website, sehingga mengurangi waktu tunggu dan biaya administrasi.
Sejalan dengan itu, orientasi digital dapat menguntungkan perusahaan telekomunikasi dalam 3 cara yaitu:
- Pertama, membantu mengurangi biaya operasional dengan menyederhanakan proses onboarding dan mengurangi kebutuhan akan dokumen manual dan tugas administratif.
- Kedua, membantu menyederhanakan pengalaman pelanggan dengan memungkinkan layanan mandiri dan mengurangi waktu tunggu untuk aktivasi layanan baru.
- Ketiga, hal ini memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan pengumpulan dan analisis data mereka, sehingga meningkatkan pemahaman mereka tentang preferensi dan perilaku pelanggan.
3 Teknologi Terbaru untuk Efisiensi Digital Onboarding

Sebelum munculnya era digital onboarding, proses verifikasi dan pendaftaran pengguna baru pada industri seperti perbankan, startup, B2B, dan organisasi nirlaba seringkali memerlukan pertemuan langsung antara pelanggan dan tim onboarding.
Prosedur tersebut tentu menghabiskan banyak waktu dan rentan terhadap kesalahan, yang pada akhirnya bisa menghambat pengalaman pelanggan dan menghambat pertumbuhan bisnis.
Namun, dengan kemajuan teknologi dan adopsi sistem orientasi digital, segalanya telah berubah secara drastis.
Proses verifikasi pengguna baru dapat dilakukan dengan cepat dan aman melalui pengiriman dokumen digital, pemeriksaan verifikasi otomatis, dan konfirmasi identitas melalui proses online.
Selain itu, platform onboarding digital dapat membantu otomatisasi proses verifikasi data dan menyesuaikannya dengan sistem manajemen risiko organisasi, sehingga mengurangi potensi penipuan dan melindungi bisnis dari kerugian finansial.
Mari kita jelajahi teknologi-teknologi ini dan perannya dalam onboarding digital.
1. OCR AI
OCR AI merupakan teknologi yang memungkinkan komputer untuk mengenali dan mengekstrak teks dari gambar atau dokumen cetak menjadi teks digital yang dapat diproses lebih lanjut.
Dalam proses digital onboarding, teknologi ini digunakan untuk memindai dokumen fisik seperti KTP, SIM atau paspor yang diunggah oleh pengguna ke dalam platform digital.
Dengan mengunggah dokumen identitas seperti KTP, maka sistem OCR AI memverifikasi keaslian KTP secara otomatis.
Sejalan dengan itu, pengguna dapat mengunggah dokumen seperti formulir aplikasi atau kontrak yang kemudian di-scan oleh teknologi OCR untuk mengekstrak data teks.
Hal ini menghilangkan kebutuhan untuk mengisi formulir secara manual, mempercepat proses pendaftaran, dan mengurangi risiko kesalahan input data.
2. AI Image Recognition
Penggunaan teknologi AI Image Recognition dan visi komputer telah menjadi kunci penting dalam proses verifikasi identitas selama digital onboarding.
Dimana, teknologi ini memungkinkan perusahaan atau organisasi untuk memverifikasi identitas pelanggan dengan lebih akurat, cepat, dan otomatis.
Pada dasarnya, teknologi ini memproses gambar atau video wajah yang diberikan oleh pengguna untuk memastikan bahwa pemilik asli dokumen identitas adalah yang mengisi formulir.
Perusahaan atau organisasi mengumpulkan data biometrik ini sebagai bagian dari proses keamanan, yang mencakup algoritma pengenalan wajah, pengenalan sidik jari, dan teknologi iris yang mengizinkan percepatan teknologi pengujian identitas.
Teknologi AI dan visi komputer ini mencari kemiripan wajah dengan tanggapan instan (real-time), memberikan hasil cepat untuk memverifikasi identitas pengguna sebelum proses digital onboarding diteruskan.
Proses ini membantu meminimalkan waktu verifikasi pelanggan secara signifikan, sehingga mengurangi biaya dan memberikan kemudahan bagi pelanggan.
3. Wireless Connectivity Technology
Wireless Connectivity Technology adalah teknologi yang memungkinkan perangkat untuk terhubung dan berkomunikasi melalui sinyal nirkabel, seperti Wi-Fi, Bluetooth, dan NFC (Near Field Communication) tanpa menggunakan kabel fisik.
Dalam konteks digital onboarding, konektivitas nirkabel memegang peran penting dalam memfasilitasi transfer data antara perangkat pengguna dan platform digital.
Tanpa konektivitas nirkabel, pengguna tidak akan dapat mengunggah informasi dan dokumen yang diperlukan untuk proses orientasi digital, seperti foto identitas, dokumen identitas foto, dan dokumen keuangan.
Selanjutnya, teknologi nirkabel juga memungkinkan verifikasi identitas dengan cara yang lebih cepat dan lebih efisien.
Teknologi ini memungkinkan verifikasi melalui perangkat mobile atau perangkat wearable seperti smartwatch yang dilengkapi teknologi NFC.
Dengan memanfaatkan NFC, pengguna dapat menggunakan ponsel pintar atau perangkat wearable mereka untuk “membaca” chip yang paling sering ditemukan dalam dokumen identitas foto, seperti paspor dan kartu identitas.